Jumat, 22 Maret 2019

Maa Syaa Allah Laa Quwwata Illaa Billaah




Masyaa Allah.. 
Berkunjung ke taman bunga, bak permadani taman Syurga...
Beraneka macam jenis bunga dan warnanya, 
membuat pemandangan menjadi indah nan cantik memanjakan mata.
Sejujurnya ingin rasanya riska mengabadikan mereka satu persatu seperti gambar diatas, tapi apa daya diri ini sudah kelelahan :"D
Alhamdulillaah... 
Walau tidak sebagus photographer pada umumnya, 
setidaknya eponge ini sudah sangat berjasa menemani hari-hari..
Terimakasih kamera eponge Samsung Galaxy S7.
Tidak banyak yang memahami bahwa kejujuranmu dalam mengabadikan momment itu membuatku sulit menerima hasil jepretan di kamera eponge lain karena seringkali hasilnya sangat jauh dari aslinya #alasan wkwk

Okay let's see this is my snap picture w/ camera Samsung Galaxy S7
this picture is a real capture and i just playing on the brightness
(except the second photo)































Masyaa Allah..
Tidak semua bisa riska bagikan terkait jenis nama dan asalnya pun tidak bisa riska jelaskan satu-persatu karena keterbatasan ilmu yang dimiliki serta tidak adanya tour guide yang mendampingi.
Tapi ambil saja hikmahnya bahwa ilmu Allah ini begitu luas..
Inilah ciptaan-Nya yang begitu banyak macam jenis, ragam dan warnanya.
Masyaa Allah....
Mudah-mudahan setiap kali kita melihat keindahan alam di dunia ini,
dapat senantiasa mengingatkan kita pada Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wa Ta'ala
dan mengingat bahwa ada keindahan kekal yang sedang menanti kita.
Ingat.. Ini baru keindahan dunia..
Riska yakin jauh disana ada yang lebih indah berkali kali lipat dan kekal abadi..
bukan sekedar taman bunga, melainkan Taman Syurga yang dirindukan ^^



Wallahu'alam bis shawab



#thankstofreegifmaker.me#


Senin, 11 Maret 2019

Time for Cleans Heart ♡



*📚 F a e d a h :*
Tazkiyatun Nufus.
------------------------------------------------------
Dari tulisan terjemah Ustadz Dr.Musyaffa Addariny Lc, MA Hafidzahullah.

*📖 HATI YANG BENING*

Suatu ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah, tapi sedikit wujudnya di tengah-tengah manusia...

Dialah "hati yang bening"…

Sebagian dari mereka ada yang mengatakan, “Setiap kali aku melewati rumah seorang muslim yang megah, saya mendoakannya agar diberkahi.”

Sebagian lagi berkata, “Setiap kali kulihat kenikmatan pada seorang Muslim (mobil, proyek, pabrik, istri shalihah, keturunan yang baik),

saya mendoakan: ‘Ya Allah, jadikanlah kenikmatan itu penolong baginya untuk taat kepada-Mu dan berikanlah keberkahan kepadanya’".

Ada juga dari mereka yang mengatakan, “Setiap kali kulihat seorang Muslim berjalan bersama istrinya,

saya berdo’a kepada Allah, semoga Dia menyatukan hati keduanya diatas ketaatan kepada Allah”.

Ada lagi yang mengatakan, “Setiap kali aku berpapasan dengan pelaku maksiat, kudoakan dia agar mendapat hidayah”.

Yang lain lagi mengatakan, “Saya selalu berdo’a semoga Allah memberikan hidayah kepada hati manusia seluruhnya, sehingga leher mereka terbebas (dari neraka),

begitu pula wajah mereka diharamkan dari api neraka”.

Yang lainnya lagi mengatakan: “Setiap kali hendak tidur, aku berdoa: ‘Ya Rabb-ku, siapapun dari kaum Muslimin yang berbuat zalim kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya,

oleh karena itu, maafkanlah dia, karena diriku terlalu hina untuk menjadi sebab disiksanya seorang muslim di neraka'”.

Itulah hati-hati yang bening.
Alangkah perlunya kita kepada hati-hati yang seperti itu.

Ya Allah, jangan halangi kami untuk memiliki hati seperti ini, karena hati yang jernih adalah penyebab kami masuk surga.

Suatu malam, Hasan Bashri berdo’a, “Ya Allah, maafkanlah siapa saja yang menzalimiku”…

dan ia terus memperbanyak do’a itu!

Maka ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Wahai Abu Sai’d... Sungguh, malam ini aku mendengar engkau berdoa untuk kebaikan orang yang menzalimimu,

sehingga aku berangan-angan, andai saja aku termasuk orang yang menzalimimu,

maka apakah yang membuatmu melakukannya?

Beliau menjawab: “Firman Allah:

ﻓَﻤَﻦْ ﻋَﻔَﺎ ﻭَﺃَﺻْﻠَﺢَ ﻓَﺄَﺟْﺮُﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ

"Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya kembali kepada Allah’”. [Q.S. Asy-Syuuro: 40].
[Kitab Syarah Shohih Bukhori, karya Ibnu Baththol, 6/575-576]

Sungguh, itulah hati yang dijadikan shalih dan dibina oleh para pendidik dan para guru dengan berlandaskan Al-Qur’an dan as-Sunnah.

Maka, selamat atas surga yang didapatkan oleh mereka..

Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu. Sebab jika di dunia ini tidak ada yang menghargainya,

yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

Hidup kita ini bagai bunga mawar. Padanya terdapat keindahan yang membuat kita bahagia,

namun padanya juga terdapat duri yang menyakiti kita.

Apapun yang ditakdirkan menjadi milikmu, akan mendatangimu walaupun engkau lemah!

Sebaliknya apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu, engkau tidak akan dapat meraihnya, bagaimanapun kekuatanmu!

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya.

Semoga Allah menjadikan hari-harimu bahagia dengan segala kebaikan dan keberkahan.

[Terjemahan dari status berbahasa arab].

Sumber : muslim.or.id/26765-hati-yang-bening